Bank Indonesia sebagai institusi moneter di negeri ini lagi punya gawe. Proses pemilihan gubernur yang beberapa minggu ini memenuhi sudut berita di masmedia santer di sebut dua kandidat yang di ajukan Presiden SBY. layaknya suatu lingkaran sebab ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dan dua pejabat BI sebagai tersangka sebelum lengser justru terjerat kasus aliran dana sebesar Rp 100 miliar di tahun 2003 ke sejumlah oknum anggota DPR. Semua menjadi semakin seru karena terjadi bertepatan dengan habisnya masa jabatan gubernur BI dan dimulainya proses pemilihan gubernur BI yang baru. Melalui seleksi fit and proper test di DPR dimana adu argumentasi dan penolakan tegas dari beberapa fraksi, apakah artinya ini indikasi tidak adanya money politics. It’s about like or dislike. Seharusnya ada smooth option dari presiden untuk memunculkan 1 kandidat dari internal BI, tidak bisa di pungkiri masih banyak figure-figure di dalam intern BI yang mampu atau dari pakar moneter ekonomi seperti si cantik sri mulyani…hehe. Tanya kenapa? Secara skeptic emphiric sebagai bagian dari masyarakat awam dapat merasakan kentalnya aroma politik dalam kasus ini, apalagi dikaitkan dengan suhu politik menjelang pemilu 2009, sebuah perhelatan politik yang tentu saja membutuhkan dana yang besar. Bisa di tebak ibarat ladang basah yang diperebutkan. Skenario yang sengaja diciptakan agar persepsi publik tentang BI seolah-olah bobrok, worse. Sehingga menjadi justifikasi untuk melakukan upaya pembersihan terhadap seluruh jajaran BI dari gubernur, deputi gubernur sampai jajaran pelaksananya . Sebagai institusi perbankan dan pertahanan moneter seharusnya independensi BI sangat penting terhadap nuansa politik senayan dan titipan kepentingan oknum, golongan ataupun mungkin asing. Sebagai rakyat tentu yang paling dirugikan dan menanggung resikonya dari manuver politik tingkat tinggi seperti ini. Ibarat gajah lawan gajah pelanduk mati ditengah. Dalam kondisi hembusan perlambatan ekonomi global yang semakin mengkhawatirkan, Ibarat perpindahan Manager Team di suatu klub sepakbola modern biasanya ada maneuver membawa team suksesnya, entah wakil, pelatih,talent scouter di klub sebelumya. Siapapun yang terpilih hendaknya bener2 sosok yang bisa menghilangkan demoralisi dan friksi yang mungkin ditimbulkan antara incumbent orang-orang dalam BI sendiri dan team suksesnya gubernur yang baru, dibutuhkan intermediasi dan sosok dengan kerendahan hati agar bisa langsung bekerja sebab tantangan di depan begitu berat, secepatnya bisa melakukan konsolidasi kedalam untuk menangani draft kebijakan fiscal,mengendalikan tingkat inflasi yang semakin mengkhawatirkan saat di mana harga-harga kebutuhan pokok, BBM melambung tinggi, krisis energy listrik. Rakyat tidak butuh yang muluk-muluk adalah kebijakan populis yang memihak kepentingan wong cilik,cukup murah sandang,pangan, papan dan aman. Semoga BI bukan lagi sebagai tempat kuliah bagi calon-calon penghuni cipinang seperti senior-senior sebelumnya. Mungkin benar kalau ada sindiran atau anekdot satir dikalangan praktisi economy bahwa sebagai institusi BI yang menangani moneter terlalu rapi pencatatannya sehingga setiap penyelewangan pasti ketahuan. Akhirnya siapapun yang terpilih rakyat cuma bisa berharap,Selamat Bekerja Boss!
Jazzy Friday Night
8 03 2008Shopping Mall adalah sarana hiburan murah meriah bagi setiap orang tidak perduli berduit atau tidak toh kita tidak perlu keluarkan sejumlah uang untuk tiket masuk, coba pas weekend kita lihat kerumunan orang berjubel di mall sekedar untuk melihat-lihat sale pajangan “window shopping “di gerai atau tenant, pun tidak ada yang melarang, cuci mata makhluk2 modis,wangi, sexy dan rapi tentu ini juga gratis…hehe. Terlepas ada sorotan hedonisme asumsi sebagai sarana hidup konsumtif buat pelampiasan hasrat kaum shopholic. Sesuai hukum ekonomi supply and demand, tidak salah jika bisnis ini terus menggeliat terlihat semakin popular dan menjamurnya mall. Surabaya sebagai kiblat shopping Indonesia timur beberapa tahun ini terus tumbuh beton2 dry market ini di berbagai sudut kota. Semakin sempit juga lahan terbuka. Jum’at malem Kemarin sempat melongok Mall Baru di kawasan military Zone. Sudah sekitar 3 mingguan lebih tapi baru sempet melampiaskan hasrat untuk masuk. pan tiap hari juga lewat depan ini building, sempat terbesit gimana kalau sudah mulai rame pasti akan sedikit crowded dan mengganggu, menambah titik kemacetan baru dalam perjalanan tiap pulang kerja, menurut pandangan awam yang gak doyan nge-mall, ini tempat lumayan baru. Sebetulnya konsepnya lumayan baru disini, gabungan food & beverage, beberapa gerai terkenal buka buat yang doyan “Ngaffe”, entertainment (Cineplex,game centre,karaoke), shopping centre dan Hotel. Yah walau relative baru dan tenant masih sepi. Konsep hall terbuka dan foodcourt centre dimungkinkan event life performance. Kebetulan tiap weekend Jum’at malam ada Jazz musik live performance…kabar bagus buat Jazzy lover yang suka nongkrong di open café sambil nikmati live musik, recommended!, buat yang kantong pas2an (seperti ane) bisa juga cukup berdiri di hallstage pokoknya murah meriah. Baguslah bisa sebagai sarana pengembangan bibit-bibit musisi jazz local dan ikut membumikan jenis musik yang kata orang rada berat ini. Hmmm cukup Ear catching jadi gak terasa betah bela2in berdiri 1 jam..haha yah paling tidak kalau lum kesampaian beli tiket buat nonton Java Jazz Festival….lumayan lah nuansa yang di usung sudah mirip…mekso mode on. Oh ya beware bwt kaum motoris mall konsep sistem parkir Rp.500 1 jam pertama…overtime ada hitungan sendiri, effect correlation antara area CBD baru dan lingkungan yang kecipratan rejeki, peluang bisnis parkiran di kampung sekitar.
Comments : Leave a Comment »
Categories : Uncategorized